Beranda > Volume. VIII No. 1 > PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KOMISARIS INDEPENDEN, KOMITE AUDIT, DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP MANAJEMEN LABA

PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KOMISARIS INDEPENDEN, KOMITE AUDIT, DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP MANAJEMEN LABA

15/05/2017

Manajemen laba merupakan upaya manajemen dalam mengintervensi laporan keuangan. Manajemen laba muncul sebagai dampak masalah keagenan yang terjadi karena adanya ketidakselarasan kepentingan antara pemilik dan manajemen perusahaan. Untuk mengatasi masalah ketidakselarasan kepentingan tersebut dapat dilakukan melalui penerapan good corporate governance. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh mekanisme good corporate governance yang diukur dengan kepemilikan institusional, komisaris independen, komite audit, dan kepemilikan manajerial terhadap manajemen laba.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan food and beverages  yang terdaftar di BEI tahun 2010-2014. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 13 perusahaan, dengan unit analisis sebanyak 65 unit. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi berganda dan uji hipotesis, dengan menggunakan program SPSS.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kepemilikan institusional, komisaris independen, komite audit, dan kepemilikan manajerial secara simultan berpengaruh terhadap manajemen laba. Komite audit berpengaruh negatif terhadap manajemen laba secara parsial. Kepemilikan instutusional, komisaris independen dan kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap manajemen laba secara parsial.

Kata Kunci : Manajemen Laba, Kepemilikan Institusional, Komisaris Independen, Komite Audit, Kepemilikan Manajerial

Baca Selengkapnya

Komentar ditutup